sertifikasi BPOM itu mutlak, tidak ada setara setaraan

well, disini sekarang kita bahas tentang obat herbal, kenapa dibahas? karena sangat menjijikan banyak oknum baik MLMers, pelaku penjual produk herbal, hingga team marketing brengsek yang mengiring opini bahwa produknya yang baru tersetifikasi sebagai obat herbal sebagai fitofarmaka, wah sanggat menjijikan sekali tingkah seperti itu, sama seperti mengklaim mereka lolos sekolah S3 dan mendapatkan gelar doktor, padahal ijasah yang di punya masih lulusan sarjana (S1) sanggat menjijikan dan jelas jelas ini penipuan

bpom 3.png

kadang saya membaca di delik media yang isinya pengiringan opini kalau obat mereka yang tradisional sudah lulus uji klinis dan praklinis, dan karena dari itu mereka mengasumsikan kalau produk mereka sudah lulus sertifikasi fitofarmaka, padahal jelas jelas masih berstatus jamu atau produk obat tradisional biasa, boro boro fitofarmaka, lolos obat herbal terstandartpun tidak. ngoahahha, jadi kalau mengaku produk sudah lolos fitofarmaka padahal belum, sudah di pastikan itu penipuan

mengenai fitofarmaka

Jenis.Obat

Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinis dan uji klinis bahan baku serta produk jadinya telah di standarisir (Badan POM. RI., 2004 )

tahapan fitofarmaka

Tahap seleksi

Proses pemilihan jenis bahan alam yang akan diteliti sesuai dengan skala prioritas sebagai berikut:

·  Jenis obat alami yang diharapkan berkhasiat untuk penyakit-penyakit utama

· Jenis obat alamai yang memberikan khasiat dan kemanfaatan berdasar pengalaman pemakaian empiris sebelumnya

·Jenis OA yang diperkirakan dapat sebagai alternative pengobatan untuk penyakit-penyakit yang belum ada atau masih belum jelas pengobatannya.

Tahap biological screening, untuk menyaring:

·Ada atau tidaknya efek farmakologi calon fitofarmaka yang mengarah ke khasiat terapetik (pra klinik in vivo)

·Ada/ tidaknya efek keracunan akut (single dose), spectrum toksisitas jika ada, dan sistem organ yang mana yang paling peka terhadap efek keracunan tersebut (pra klinik, in vivo)

Tahap penelitian farmakodinamik

·Untuk melihat pengaruh calon fitofarmaka terhadap masing-masing sistem biologis organ tubuh

·Pra klinik, in vivo dan in vitro,

·Tahap ini dipersyaratkan mutlak, hanya jika diperlukan saja untuk mengetahui mekanisme kerja yang lebih rinci dari calon fitofarmaka.

Tahap pengujian toksisitas lanjut (multiple doses)

· Toksisitas Subkronis

· Toksisitas akut

· Toksisitas khas/ khusus

Tahap pengembangan sediaan (formulasi)

· Mengetahui bentuk-bentuk sediaan yang memenuhi syarat mutu, keamanan, dan estetika untuk pemakaian pada manusia.

Tata laksana teknologi farmasi dalam rangka uji klinik

– Teknologi farmasi tahap awal

– Pembakuan (standarisasi): simplisia, ekstrak , sediaan OA

– Parameter standar mutu: bahan baku OA, ekstrak, sediaan OA

Tahap uji klinik pada manusia

Ada 4 fase yaitu:

Fase 1 : dilakukan pada sukarelawan sehat

Fase 2 : dilakukan pada kelompok pasien terbatas

Fase 3 : dilakukan pada pasien dengan jumlah yang lebih besar dari fase 2

Fase 4: post marketing survailence, untuk melihat kemungkinan efek samping yang tidak terkendali saat uji pra klinik maupun saat uji klinik fase 1-3.

nah setelah semua tahap di penuhi barulah sediaan obat tadi didaftarkan  sebagai fitofarmaka, lalu apakah kelebihan fitofarmaka?

0

mengetahui produk tersebut fitofarmaka

ini yang penting, buat anda yang ingin berobat pake herbal yang bener bener menyembuhkan tidak tipu tipu alias overclaim bisa sebagai acuan, mengetahui produk fitofarmaka adalah dengan melihat logo fitofarmaka di kemasan, selain itu tentu dengan mengecek di BPOM, dan kode registrasi fitofarmaka sangat jelas

yah, kode registrasi Fitofarmaka di lambangkan dengan kode registrasi FF.(nomor registrasi) jika masih TR.(nomor registrasi) terus ngaku ngaku fitofarmaka, yah namanya sudah membohongi publik,

tidak ada istilah setara fitofarmaka

mau mengaku sudah lulus uji di lab abc, mau sudah mengaku diakui dokter diseluruh dunia, mau apapun, selama kode masih TR, atau OHT, ya jangan berharap kalau obat tersebut sudah fitofarmaka, tidak ada istilah setara fitofarmaka, satu satunya yang setara dengan fitofarmaka ya obat kimia yang sudah jelas registrasinya sebagai obat. itu saja berbeda sediaan satu alami satu sintetis walau khasiatnya sama sama diakui dan sama sama terbukti berkhasiat

klaim menyembuhkan = setara fitofarmaka

ini adalah pembodohan paling epic, mana bisa orang  mengklaim obatnya yang masih berstatus obat tradisional atau obat herbal terstandart menyembuhkan dengan produk yang setara fitofarmaka secara terstandart, selama belum bersertifikasi fitofarmaka tentu saja sangat tidak etis dan sangat biadab menyebut suatu produk obat tradisional sudah terbukti menyembuhkan secara ilmiyah, walau sudah bicara klaim uji klinis dan praklinis semua percuma jika tidak mendapatkan sertifikasi fitofarmaka.

fitofarmaka yang terdaftar di indonesia

monggo bisa search disini. jika masih belum bisa dan ingin tahu secara manual monggo buka cekbpom.pom.go.id setelah itu masukan huruf “FF” di kolom pencarian, dan sampe saat ini (minggu pertama desember 2016) baru 13 fitofarmaka yang legal dan terdaftar (tidak ngaku ngaku loh yah). untuk lebih jelasnya saya lampirkan SS di bawah ini, oh iya, di merek fitofarmaka sendiri tidak ada yang memakai nama jamu atau sejenisnya, semuanya namanya sudah sangat keren, padahal fitofarmaka ini adalah tingatan tertinggi obat herbal di indonesia

bpombpom-2

menyikapi klaim jamu herbal/obat tradisional biasa setara fitofarmaka

ada beberapa opsi untuk menyikapi, bisa diam, bisa bersuara, saya sendiri pilih opsi yang bersuara lantang, bukan apa apa, karena fitofarmaka adalah obat sesungguhnya yang sudah terbukti ilmiyah, sementara jamu herbal sendiri belum terbukti secara ilmiyah bisa menyembuhkan, mereka baru di akui atau di percata dapat menyembuhkan, makanya klaim BPOM sangat berbeda antara grade obat tradisional dengan fito farmaka

jika klaim berlebihan tadi di gembar gemborkan di media, ya kita patut meluruskan, dan meluruskan ini bukanlah tindakan fitnah, karena ini adalah tindakan yang benar, menyuarakan kebenaran itu sendiri, fitofarmaka ya fito farmaka, tradisional ya tradisional, fitofarmaka itu obat tradisional, tetapi obat tradisional bukan fitofarmaka

58170404

menyikapi klaim jamu herbal/obat tradisional biasa stara obat herbal terstandart

ini adalah kasus yang aneh juga, grade tingkatan obat tradisional itu tradisional naik menjadi obat herbal terstandart lalu naik menjadi fitofarmaka, dan selama produk tradisional tadi belum naik grade ke fitofarmaka ataupun OHT tentu saja ilegal mereka mengakui setara OHT dan fitofarmaka,

justru harusnya di luruskan kembali sesuai sertifikasi yang terdaftar di BPOM, kalau merasa setara OHT atau fitofarmaka, ya jangan nyinyirin yang ngasih tahu, tapi naikin saja gradenya, daftar aja di BPOM, jangan protes kesaya, ngoahahhaha

last, percuma jika suatu produk di uji klinis dan praklinis, di sebut menyembuhkan diabetes, dan sejenisnya, sampai menyebut setara OHT dan Fitofarmaka, tetapi statusnya di BPOM teregistrasi sebagai tradisional dalam negeri, mau test seperti apa saja selama belum lolos dan terdaftar sebagai fitofarmaka ya tetap saja anda sebagai pemilik brand tidak punya hak mengaku produk anda setara fitofarmaka, justru di pertanyakan, kalau ngaku perusahaan gede, moso upgrade dari TR ke fitofarmaka saja gak bisa? katanya sudah setara?

analogi seperti orang ngaku memiliki gelar setara S3 (doktor) dan ngaku sudah bikin desertasi, tetapi ternyata baru dapet ijasah S1, ya sama aja bohong, iya tho? ngoahahhaha

 

 

Iklan

Berikan Tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s